Sejarah Kecamatan

IMG00842-20130524-0948

Kota Depok bermula dari sebuah Kecamatan yang berada dalam lingkungan Kewedanaan (Pembantu Bupati) Wilayah Parung Kabupaten Bogor, kemudian pada tahun 1976 Perumahan mulai dibangun baik oleh Perum Perumnas maupun Pengembang yang kemudian diikuti dengan dibangunnya kampus Universitas Indonesia (UI), serta meningkatnya perdagangan dan jasa, yang semakin pesat, sehingga diperlukan kecepatan pelayanan. Pada tahun 1981 Pemerintah membentuk Kota Administratif Depok berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1981 yang peresmiannya diselenggarakan pada tanggal 18 Maret 1982 oleh Menteri Dalam Negri (H. Amir Machmud) yang terdiri dari 3 (tiga) kecamatan dan 17 (tujuh belas) Desa yaitu :

  1. Kecamatan Pancoran Mas, terdiri dari 6 (enam) Desa yaitu Desa Depok. Desa Depok Jaya, Desa pancoran Mas, Desa Mampang, Desa Rangkapan Jaya, Desa Rangkapan jaya Baru.
  2. Kecamatan Beji, terdiri dari 5 (lima) Desa yaitu Desa Beji, Desa Kemirimuka, Desa Pondok Cina, Desa Tanah Baru, Desa Kukusan.
  3. Kecamatan Sukmajaya, terdiri dari 6 (enam) Desa yaitu Desa Mekarjaya, Desa Sukmajaya, Desa Sukamaju, Desa Cisalak, Desa Kalibaru, Desa Kalimulya

Selama kurun waktu 17 tahun Kota Administratif Depok berkembang dengan pesat baik dibidang Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan, khususnya bidang Pemerintahan semua desa berubah menjadi Kelurahan dan adanya pemekaran kelurahan, sehingga pada akhirnya Depok terdiri dari 3 (tiga) Kecamatan dan 23 (dua puluh tiga) Kelurahan yaitu :

  1. Kecamatan Pancoran Mas, terdiri terdiri 6 (enam) Kelurahan yaitu Kelurahan Depok, Kelurahan Depok Jaya, Kelurahan Pancoran Mas, Kelurahan Mampang, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kelurahan Rangkapan jaya Baru.
  2. Kecamatan Beji, terdiri dari 6 (enam) Kelurahan yaitu Kelurahan Beji, Kelurahan Beji Timur, Kelurahan Pondok Cina, Kelurahan Kirimuka, Kelurahan Kukusan, Kelurahan Tanah baru.
  3. Kecamatan Sukmajaya, terdiri dari 11 (sebelas) Kelurahan yaitu Kelurahan Sukmajaya, Kelurahan Sukamaju, Kelurahan Mekarjaya, Kelurahan AbadiJaya, Kelurahan BaktiJaya, Kelurahan Cisalak, Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Kalimulya, Kelurahan Cilodong, Kelurahan Jatimulya, Kelurahan Tirta Jaya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999, tentang pembentukan Kotamadya Daerah tingkat II Depok, yang ditetapkan pada tanggal 20 april 1999, Wilayah Kota Depok meliputi wilayah Kota Administratif Depok, terdiri dari 3 (tiga) Kecamatan sebagaimana  tersebut diatas ditambah dengan sebagian wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II   Bogor yaitu :

  1. Kecamatan Cimanggis, yang terdiri dari 1 (satu) Kelurahan 12 (dua belas ) Desa Tugu,Desa Mekarsari, Desa Cisalak Pasar, Desa Curug, Desa Hajarmukti, Desa Sukatani, Desa Sukamaju Baru, Desa Jatijajar, Desa  Tapos, desa Cimpaem dan Desa Luwinanggung;
  2. Kecamatan Sawangan yang terdiri dari 14 (empat belas) Desa  yaitu Desa Sawangan Baru, Desa Cinangka, Desa Kadaung,  Desa Serua, Desa Pondok Petir, Desa Curug, Desa Bojongsari, Desa Bojongsari Baru, desa Duren Seribu, Desa Duren mekar, Desa Pengasinan, Desa bedahan dan Desa Pasir Putih;
  3. Kecamatan Limo yang terdiri dari 8 (delapan) Desa yaitu Desa Limo, Desa Meruyung, Desa Cinere, Desa Gandul, Desa Pangkalan Jati, Desa Pangkalan Jati Baru, Desa Krukut dan Desa Grogol;
  4. Dan ditambah 5 (lima ) dari Kecamatan Bojong Gede yaitu Desa Cipayung Jaya,Desa Ratu Jaya, Desa Pondok Terong dan Desa Pondok Jaya.

 Kecamatan Pancoran Mas adalah merupakan salah satu dari 11 Kecamatan di Kota Depok yang berada di Pusat Kota Depok. Kecamatan Pancoran Mas saat ini terpisah menjadi 2 (dua) Kecamatan  berdasarkan Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 07 Tahun 2008 tentang Pemerkaran Kecamatan di Kota Depok. Kecamatan Pancoran Mas yang membawahi 6 (enam) Kelurahan yaitu Kelurahan Depok, Kelurahan Depok Jaya, Kelurahan Pancoran Mas, Kelurahan Mampang, Kelurahan Rangkepan Jaya dan Kelurahan Rangkapan Jaya Baru dan Kecamatan Cipayung yang membawahi 6 Kelurahan.