Masyarakat Panmas Harus Paham Obat Generik dan Obat Paten

101_4415

Dinas Kesehatan Kota Depok melakukan sosialisasi pemahaman dan kepercayaan masyarakarat terhadap obat generik. Sosialisasi dilakukan kepada tiga puluh orang peserta yang berasal dari 6 kelurahan Se-Kecamatan Pancoran Mas. Aris Dwi Hadi, S.Si.Apt, selaku Kasi Perbekkes dan POM Dinas Kesehatan Kota Depok mengatakan, seringkali masyarakat salah memahami tentang obat, obat generik dan obat paten saat berlangsung sosialisasi di Pendopo Kecamatan Pancoran Mas, Rabu (1/5/2013).

Untuk itu masyarakat perlu diberikan sosialisasi dan pemahaman terkait defenisi obat, cara mendapatkan obat/nama obat, apakah obat generik atau obat dengan merek dagang, bentuk sediaan obat dan peringatan/perhatian.

Selain itu, penggolongan obat dibedakan sebagai obat bebas, obat bebas terbatas, Obat Psikotropika dan Narkotika, dan obat keras.

Yang harus diperhatikan oleh masyarakat pertama kali adalah :

  1. Kemasan : harus dalam kondisi baik atau tidak rusak, sobek, retak, lusuh, basah/lembab, berlubang atau warna kemasan berubah.
  2. Segel : tutup wadah/kemasan masih tertutup dan tidak rusak
  3. Nomor Registrasi (Reg.No.); perhatikan ada tidaknya nomor registrasi pada kemasan obat untuk menjamin keaslian dan mutu obat (obat terdaftar di DEPKESRI/BPOM)
  4. Tanggal kadaluarsa : pastikan masih tertera dengan jelas dan belum melewatinya.

Apa itu Obat Generik dan Obat Paten ?

Obat Generik :

  • Obat Generik (obat copy/metoo/eks paten/sesuai nama senyawa kimianya) adalah obat paten yang telah habis masa patennya kemudian diproduksi dan dipasarkan oleh perusahan farmasi bukan pemilik hak paten
  • Di Indonesia, obat generik dibagi 2 yaitu obat Generik Berlogo dan obat Generik Bermerk

Obat Paten :

  • Obat Paten (obat inventor), adalah obat yang ditemukan melalui penelitian dan memiliki masa paten selama jangka waktu tertentu.
  • Setelah obat paten melewati masa patennya (20 tahun) maka sudah bukan obat paten lagi melainkan obat inventor, karena perusahaan farmasi lain (sudah langsung dapat memproduksi dan memasarkannya senyawa aktif dari obat baru tersebut sudah diketahui tanpa memerlukan penelitian).Ksm
Twitter Digg Delicious Stumbleupon Technorati Facebook Email